Ribuan Jamaah Padati Pantai Boom Marina, Kapolresta dan Waketum PBNU Lantunkan Sholawat Pemersatu Umat
- account_circle Prosiber
- calendar_month Senin, 20 Okt 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pro Siber – Ribuan jamaah tumpah ruah di kawasan wisata Pantai Boom Marina Banyuwangi pada Minggu malam, 19 Oktober 2025. Suasana khidmat menyelimuti tepian pantai ketika lantunan sholawat menggema di bawah langit malam yang teduh.
Acara pengajian dan sholawatan akbar ini menghadirkan tokoh besar Nahdlatul Ulama, Dr. (H.C.) K.H. Zulfa Mustofa, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Kegiatan religius tersebut bertujuan mempererat tali silaturahmi antara umat dan pemimpin, sekaligus memperkuat nilai spiritual di tengah masyarakat Banyuwangi.

Ribuan jamaah datang dari berbagai wilayah dengan penuh antusiasme untuk mengikuti acara yang digagas bersama aparat kepolisian dan tokoh agama setempat.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., yang turut hadir di lokasi, menyampaikan pesan menyejukkan kepada seluruh jamaah.
“Pantai Boom Marina malam ini menjadi saksi kebersamaan kita. Kami berharap dengan sholawat, hati kita menjadi tenang, dan Banyuwangi selalu dalam lindungan Allah SWT, aman, dan damai,” ujarnya.
Rama menambahkan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat ukhuwah islamiyah dan menumbuhkan semangat persaudaraan di tengah masyarakat. Menurutnya, sholawat bukan hanya lantunan pujian kepada Rasulullah, tetapi juga media untuk menumbuhkan cinta tanah air dan kedamaian sosial.

Dalam tausiyahnya, K.H. Zulfa Mustofa menekankan makna penting persatuan dan nasionalisme. Ia menyampaikan bahwa sinergi antara ulama dan umara (pemimpin) adalah fondasi kuat bagi kestabilan bangsa.
“Ulama dan umara harus berjalan beriringan dalam membimbing umat agar tidak mudah terpecah,” tutur beliau dalam ceramahnya.
Lantunan sholawat yang dipimpin langsung oleh K.H. Zulfa Mustofa, diiringi grup hadrah lokal, membuat suasana semakin syahdu. Ribuan jamaah mengumandangkan sholawat dengan penuh semangat dan kekhusyukan. Suara merdu yang berpadu dengan deburan ombak menciptakan harmoni spiritual yang menenangkan hati setiap yang hadir.
Selain mempererat hubungan spiritual, kegiatan ini juga menjadi simbol kebersamaan antara masyarakat, tokoh agama, dan aparat keamanan. Pantai Boom Marina malam itu tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga ruang bagi umat untuk memperkokoh iman dan kebersamaan.
Acara kemudian diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh K.H. Zulfa Mustofa. Seluruh jamaah menundukkan kepala memohon keselamatan bagi bangsa Indonesia, khususnya Kabupaten Banyuwangi agar senantiasa diberikan keberkahan, kedamaian, dan kesejahteraan.
Bagi masyarakat yang hadir, momen ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah perbedaan. Kegiatan tersebut juga menegaskan bahwa Banyuwangi tidak hanya kaya dengan budaya dan wisata alam, tetapi juga memiliki tradisi religius yang kuat.
Kehadiran Kapolresta Banyuwangi dan Waketum PBNU di acara ini menambah nilai kebersamaan antara pemimpin dan umat. Dengan lantunan sholawat yang menggema di tepi Pantai Boom Marina, masyarakat Banyuwangi berharap kedamaian dan semangat persaudaraan terus mengalir di bumi Blambangan.**
Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Saat ini belum ada komentar