Breaking News
light_mode

Antrean Kendaraan Mengular 30 Km di Gilimanuk, Wamenhub Suntana Turun Tangan Percepat Arus Pemudik Bali–Jawa

  • account_circle Prosiber
  • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Prosiber.com – Lonjakan arus pemudik dari Bali menuju Pulau Jawa menyebabkan antrean kendaraan panjang di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk. Kondisi tersebut bahkan mencapai puluhan kilometer sehingga menarik perhatian pemerintah pusat.

Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, turun langsung melakukan peninjauan lapangan terhadap situasi kepadatan kendaraan yang terjadi pada Minggu malam (15/03/2026). Kehadiran Wamenhub Suntana bertujuan memastikan upaya percepatan arus penyeberangan dapat berjalan efektif.

Sebelum menuju lokasi antrean kendaraan di Gilimanuk, Wamenhub Suntana terlebih dahulu memimpin rapat koordinasi bersama jajaran otoritas pelabuhan di kantor PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang.

Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah strategis untuk mempercepat proses penyeberangan kendaraan dari Bali menuju Jawa, terutama menjelang penutupan penyeberangan dalam rangka Hari Raya Nyepi.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenhub Suntana menyampaikan tujuan utama kedatangannya di kawasan pelabuhan.
“Saya ke sini hanya ingin mempercepat arus dari sana (Gilimanuk),” kata Wamenhub Suntana.

Setelah rapat koordinasi selesai, rombongan Wamenhub Suntana langsung menuju Pelabuhan Gilimanuk guna melihat secara langsung kondisi antrean kendaraan yang terjadi.

Antrean panjang dirasakan oleh para pemudik yang hendak kembali ke Pulau Jawa. Salah satu pemudik bernama Kholik (26) mengaku harus menunggu sangat lama sebelum akhirnya dapat menaiki kapal penyeberangan.

Kholik berangkat dari kawasan Canggu, Bali pada pukul 22.00 WITA menggunakan kendaraan travel bersama rombongan. Namun perjalanan menuju pelabuhan justru terhambat oleh antrean kendaraan yang sangat panjang.

Kholik menjelaskan bahwa rombongan baru tiba di area parkir antrean Pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 10.00 pagi setelah berjam-jam terjebak kemacetan.

“Berangkat jam 10 malam. Naik kapal dari Gilimanuk baru setelah magrib. 10 Jam lebih saya dan rombongan menunggu,” ujar Kholik.

Cerita serupa disampaikan Heri (45), pemudik asal Probolinggo yang juga mengalami perjalanan panjang akibat kemacetan menuju pelabuhan.

Heri menyebut antrean kendaraan bahkan mencapai lebih dari 30 kilometer sebelum memasuki kawasan Pelabuhan Gilimanuk.

“Saya berangkat dari Seminyak, Bali jam 8 malam. Sampai sini (Pelabuhan Ketapang) hampir jam 7 malam. Macetnya lebih dari 30 kilometer,” kata Heri.

Heri juga menjelaskan bahwa kemacetan terparah terjadi pada waktu dini hari hingga pagi hari ketika kendaraan hampir tidak bergerak sama sekali.

“Jam 3 pagi sampai jam 9 pagi macet total, tidak bisa jalan. Setelah itu baru bisa pelan-pelan bergerak menuju Pelabuhan Gilimanuk,” ujarnya.

Selain volume kendaraan yang tinggi, kondisi lalu lintas juga diperparah oleh pengendara yang saling mendahului di jalur antrean sehingga menimbulkan kekacauan lalu lintas.

“Kendalanya kendaraan dari dua arah saling mendahului, jadi semrawut. Banyak yang ngeblong,” kata Heri.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan pihaknya telah mengambil langkah operasional untuk mengurai kepadatan kendaraan pemudik di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.

Salah satu strategi yang diterapkan adalah skema tiba bongkar berangkat (TBB). Dari total 35 kapal yang beroperasi di lintasan tersebut, sebanyak 11 kapal saat ini menjalankan pola operasional TBB.

Skema tersebut memungkinkan kapal hanya menurunkan kendaraan di Pelabuhan Ketapang tanpa melakukan proses muat kembali. Setelah itu kapal langsung kembali berlayar menuju Gilimanuk untuk menjemput kendaraan berikutnya.

Selain pengaturan pola operasional kapal, ASDP juga merencanakan penguatan armada dengan menghadirkan kapal berkapasitas lebih besar.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas angkut kendaraan sekaligus mempercepat proses penyeberangan antara Bali dan Jawa.

Meski demikian, jumlah kapal yang beroperasi tidak akan bertambah. ASDP hanya akan memperkuat komposisi armada dengan kapal berukuran besar yang memiliki bobot sekitar 2.000 Gross Tonnage (GT).

“Jumlah kapal yang beroperasi kemungkinan tetap sekitar 35 unit. Tapi komposisinya akan kita perkuat dengan kapal-kapal yang ukurannya lebih besar,” kata Arief.

Berdasarkan data kumulatif arus penyeberangan sejak H-10 hingga H-7, tercatat lebih dari 200 ribu penumpang telah diseberangkan dari Bali menuju Jawa.

Selain penumpang, tercatat pula lebih dari 35 ribu sepeda motor dan sekitar 17 ribu kendaraan kecil telah menyeberang melalui Pelabuhan Gilimanuk.

Arief Eko menyebutkan bahwa peningkatan paling signifikan terjadi pada kendaraan roda dua yang naik sekitar 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, kendaraan roda empat meningkat sekitar 11 persen.

Arief Eko memperkirakan arus kendaraan dari Bali menuju Jawa masih akan terus meningkat hingga tanggal 17 Maret 2026, terutama menjelang penutupan sementara layanan penyeberangan pada 18 hingga 20 Maret 2026 karena perayaan Hari Raya Nyepi.**

Penulis

Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rahasia Hikmah Puasa Ramadhan: Perspektif Spiritual dan Tinjauan Ilmiah Kesehatan

    Rahasia Hikmah Puasa Ramadhan: Perspektif Spiritual dan Tinjauan Ilmiah Kesehatan

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Tulisan oleh : Joko Purnomo Ketua Serikat Media Siber (SMSI) Kabupaten Banyuwangi Prosiber.com – Bulan Ramadan merupakan momentum spiritual yang memiliki dimensi luas: teologis, sosial, psikologis, hingga medis. Puasa Ramadhan bukan sekadar ibadah ritual, melainkan sistem pembinaan manusia yang terintegrasi antara ruh dan jasad. Landasan Teologis: Tujuan Takwa dan Pengendalian Diri Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang […]

  • I Made Cahyana Negara Dorong Pelaksanaan Nyata Perda PIP di Banyuwangi Usai Disahkan

    I Made Cahyana Negara Dorong Pelaksanaan Nyata Perda PIP di Banyuwangi Usai Disahkan

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Setelah disahkan sebagai bagian dari regulasi wajib di daerah, Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara menegaskan bahwa Perda Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) harus segera disosialisasikan dan diterapkan secara konkret agar memberi dampak langsung bagi masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan setelah rangkaian pengesahan aturan selesai dilakukan pada forum pemerintahan daerah. Selasa, 2 Desember 2025 […]

  • DPRD Banyuwangi Dorong Efisiensi RAPBD 2026 agar Pelayanan Publik Tetap Optimal

    DPRD Banyuwangi Dorong Efisiensi RAPBD 2026 agar Pelayanan Publik Tetap Optimal

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Selama tiga hari berturut-turut, Komisi I DPRD Kabupaten Banyuwangi melakukan pembahasan intensif bersama mitra kerja dalam rangka menyusun dan menyesuaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2026. Rapat tersebut menjadi penting karena adanya pemotongan signifikan pada dana transfer dari pemerintah pusat yang berdampak langsung pada rencana keuangan daerah. Ketua Komisi I […]

  • Prolanis Muda BPJS Kesehatan Banyuwangi Membantu Peserta Usia Produktif Memantau Penyakit Kronis dan Menjaga Kesehatan

    Prolanis Muda BPJS Kesehatan Banyuwangi Membantu Peserta Usia Produktif Memantau Penyakit Kronis dan Menjaga Kesehatan

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Penyakit kronis seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, stroke, dan penyakit ginjal perlu diwaspadai sejak usia produktif. Deteksi dini dan kebiasaan hidup sehat menjadi langkah penting untuk mengenali risiko kesehatan sekaligus mencegah kondisi semakin memburuk. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi, Muhammad Masrur Ridwan, mengatakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat memanfaatkan layanan deteksi […]

  • Sigap Hadapi Puting Beliung, Polresta Banyuwangi Pastikan Jalan Kembali Normal

    Sigap Hadapi Puting Beliung, Polresta Banyuwangi Pastikan Jalan Kembali Normal

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Hujan deras disertai puting beliung yang melanda Banyuwangi pada Jumat, 14 November 2025, membuat sejumlah pohon tumbang dan menutup beberapa ruas jalan utama. Kejadian tersebut menimbulkan gangguan pada aktivitas masyarakat, namun situasi dapat terselesaikan dengan cepat berkat respons cepat Polresta Banyuwangi dalam melakukan penanganan darurat. Setelah menerima laporan dari warga, personel Polresta Banyuwangi […]

  • Pelestarian Budaya Osing Lewat Dokumentasi dan Narasi: Suara Masyarakat Lokal Jadi Kunci

    Pelestarian Budaya Osing Lewat Dokumentasi dan Narasi: Suara Masyarakat Lokal Jadi Kunci

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Upaya pelestarian budaya tidak lagi hanya bergantung pada arsip formal atau kebijakan pemerintah. Dalam sebuah forum diskusi yang digelar di Aula Adat, Desa Wisata Adat Osing Kemiren, Banyuwangi, pendekatan partisipatif berbasis dokumentasi dan narasi menjadi sorotan utama sebagai strategi menjaga keberlanjutan budaya lokal. Kegiatan ini juga difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten […]

expand_less