Breaking News
light_mode

186 Nelayan Muncar Terima Sertifikat Tanah, Ipuk Tegaskan Kepastian Hukum Aset Pesisir Banyuwangi

  • account_circle Prosiber
  • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Prosiber.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan kepastian hukum bagi masyarakat pesisir. Sebanyak 186 nelayan di Kecamatan Muncar menerima sertifikat tanah melalui program Sertifikat Hak Atas Tanah (SeHAT) nelayan, sebuah program kolaboratif lintas kementerian dan pemerintah daerah.

Program sertifikat tanah nelayan Banyuwangi ini merupakan kerja sama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), serta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Melalui program ini, tanah yang selama bertahun-tahun ditempati dan dikelola nelayan kini memiliki legalitas resmi.

Penyerahan sertifikat dilakukan langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kepada para nelayan. Acara berlangsung di Balai Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, pada Kamis (29/01/2026). Sebanyak 186 sertifikat diserahkan secara simbolis kepada perwakilan nelayan penerima.

“Alhamdulillah dengan adanya sertifikat hak atas tanah ini, sekarang Bapak/Ibu sudah memiliki legalitas kepastian hukum atas tanah yang selama ini menjadi ditempati maupun dikelola,” kata Ipuk.

Ipuk Fiestiandani menyampaikan bahwa kepastian hukum tanah nelayan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dengan adanya sertifikat, para nelayan tidak lagi berada dalam posisi rentan terhadap konflik lahan maupun persoalan administratif di kemudian hari.

“Atas nama pemerintah daerah, kami ucapkan terima kasih kepada kementerian terkait yang telah memfasilitasi nelayan dengan pengurusan sertifikat ini,” tambah Ipuk.

Lebih lanjut, Ipuk Fiestiandani menjelaskan bahwa sertifikat tanah tidak hanya berfungsi sebagai bukti hukum, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Aset tanah yang telah bersertifikat dapat dimanfaatkan secara produktif untuk meningkatkan pendapatan keluarga nelayan, asalkan digunakan secara bijak.

Ipuk Fiestiandani menekankan agar sertifikat tersebut tidak dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumtif. Sertifikat tanah nelayan Banyuwangi diharapkan dapat digunakan untuk mengembangkan usaha produktif yang berkelanjutan.

Selain menangkap ikan, Ipuk Fiestiandani mendorong nelayan Muncar Banyuwangi agar mengembangkan usaha pengolahan hasil laut. Ikan hasil tangkapan dapat diolah menjadi produk makanan siap saji atau olahan bernilai tambah yang memiliki daya saing lebih tinggi.

Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Banyuwangi, Nasep Vandi Sulistiyo, menjelaskan bahwa penerima sertifikat berasal dari dua desa di Kecamatan Muncar, yaitu:

  • 86 nelayan dari Desa Tembokrejo

  • 100 nelayan dari Desa Kedungringin

“Terima kasih atas kolaborasi yang baik dengan Pemkab Banyuwangi. Semua nelayan penerima ini merupakan usulan dari Dinas Perikanan Banyuwangi,” ujarnya.

Salah satu nelayan Desa Kedungringin, Haris Mawardi, mengaku sangat bersyukur atas diterimanya sertifikat tersebut. Haris Mawardi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah desa hingga pemerintah kabupaten.

“Saya sangat bahagia sekali ini, program ini yang kami harapkan selama ini. Sekarang aset kami sudah jelas kepemilikannya. Prosesnya sangat singkat dan cepat. Hanya tiga bulan sejak pertama kami mulai ikut program ini,” ujarnya.

Program sertifikat tanah nelayan Banyuwangi ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekonomi pesisir, menciptakan rasa aman, serta membuka peluang usaha yang lebih luas bagi nelayan di Kecamatan Muncar.**

Penulis

Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Liga Puisi Banyuwangi 2025: Panggung Literasi yang Lahirkan Buku Antologi Guru dan Siswa

    Liga Puisi Banyuwangi 2025: Panggung Literasi yang Lahirkan Buku Antologi Guru dan Siswa

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali memperkuat tradisi literasi melalui penyelenggaraan Liga Puisi ke-4 tahun 2025. Ajang bergengsi yang berlangsung pada Senin hingga Kamis, 27–30 Oktober 2025 ini menjadi wadah bagi guru dan pelajar dalam mengekspresikan gagasan lewat karya puisi. Total 272 peserta mengikuti lomba ini, terdiri dari 44 guru dan 232 siswa dari jenjang […]

  • Kebakaran Lahan di Kedungringin Muncar Merambat ke Semak dan Tanaman Pisang, Warga Berjuang Padamkan Api

    Kebakaran Lahan di Kedungringin Muncar Merambat ke Semak dan Tanaman Pisang, Warga Berjuang Padamkan Api

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Kebakaran lahan kosong di sekitar pinggir Pantai Tratas, Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, membuat warga bersama petugas kepolisian berjibaku mengendalikan kobaran api. Api yang membakar rumput dan semak kering kemudian merambat ke tanaman pisang di sekitar lahan sehingga dikhawatirkan mendekati permukiman warga, Jumat (4/9/2026). Peristiwa kebakaran lahan Kedungringin tersebut pertama kali diketahui sekitar […]

  • Siaga Puncak Arus Balik 2026, Ketapang Banyuwangi Terapkan 16 Buffer Zone dan Sistem Tiket Digital

    Siaga Puncak Arus Balik 2026, Ketapang Banyuwangi Terapkan 16 Buffer Zone dan Sistem Tiket Digital

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Arus balik Ketapang di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi mulai menunjukkan tren peningkatan menjelang akhir masa libur Lebaran 2026. Sejak Senin, (23/03/2026), lonjakan jumlah kendaraan pemudik sudah mulai terlihat, dengan dominasi kendaraan roda dua yang memadati jalur menuju pelabuhan. Kondisi ini diperkirakan akan mencapai titik puncak pada periode (26/03/2026) hingga (29/03/2026). Oleh karena itu, pemerintah […]

  • Banyuwangi Catat Surplus Produksi Beras dan Jagung Tahun 2025

    Banyuwangi Catat Surplus Produksi Beras dan Jagung Tahun 2025

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Kabupaten Banyuwangi menunjukkan peran strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional yang menopang keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan nasional dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sepanjang tahun 2025, Banyuwangi mencatat surplus produksi beras dan jagung hingga ratusan ribu ton, memperkuat ketahanan pangan nasional. Rabu, 7 Januari 2026. Keberhasilan swasembada pangan nasional tersebut […]

  • Inovasi e-PAD dan SIMPLING Banyuwangi Masuk Nominator Top 45 JAWARA 2026 Setelah Bersaing Dengan Inovasi Terbaik Jawa Timur

    Inovasi e-PAD dan SIMPLING Banyuwangi Masuk Nominator Top 45 JAWARA 2026 Setelah Bersaing Dengan Inovasi Terbaik Jawa Timur

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Dua inovasi Banyuwangi, yakni Elektronifikasi Pendapatan Asli Daerah (e-PAD) dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium Lingkungan), masuk dalam nominator TOP 45 ajang kompetisi Jatim Jagad Inovasi Award (JAWARA) 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dua inovasi Banyuwangi tersebut bakal bersaing dengan 90 inovasi terbaik lainnya dari berbagai daerah di Jawa Timur. […]

  • RKA Belum Siap, DPRD Banyuwangi Setop Sementara Pembahasan RAPBD 2026

    RKA Belum Siap, DPRD Banyuwangi Setop Sementara Pembahasan RAPBD 2026

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Badan Anggaran DPRD Banyuwangi memutuskan menghentikan pembahasan RAPBD Tahun 2026 karena dokumen Rencana Kerja dan Anggaran belum diserahkan sepenuhnya oleh eksekutif. Dalam rapat Banggar, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Siti Mafrochatin Ni’mah menegaskan bahwa dokumen tersebut merupakan dasar pembahasan anggaran sehingga tanpa kehadirannya, proses tidak dapat dilanjutkan. Senin, 24 November 2025. Siti Mafrochatin Ni’mah […]

expand_less