Geopark Ijen Kembali Mendapat Pengakuan Internasional Setelah Lolos Revalidasi UNESCO dan Mempertahankan Status Geopark Dunia
- account_circle Prosiber
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Geopark Ijen berhasil mempertahankan status sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) setelah memperoleh Green Card atau Kartu Hijau dalam Sidang Dewan UNESCO Global Geopark ke-11 yang berlangsung di Markas Besar UNESCO, Paris, Prancis, pada Selasa (03/11/2026). Capaian ini sekaligus menegaskan keberhasilan pengelolaan Geopark Ijen dalam memenuhi standar dan rekomendasi internasional yang sebelumnya diberikan UNESCO.
Keberhasilan tersebut menjadi kabar membanggakan bagi masyarakat Banyuwangi dan Bondowoso. Green Card merupakan bentuk pengakuan bahwa pengelolaan kawasan Geopark Ijen dinilai mampu memenuhi berbagai ketentuan yang ditetapkan UNESCO. Dengan hasil revalidasi tersebut, Geopark Ijen dapat terus menyandang predikat sebagai salah satu geopark berstandar internasional.
General Manager Geopark Ijen, Abdillah Baras, mengungkapkan bahwa keputusan pemberian Green Card mendapatkan persetujuan penuh dari seluruh anggota Dewan UNESCO Global Geopark. Sebanyak 12 anggota dewan sepakat menyatakan Geopark Ijen berhasil melewati proses revalidasi tanpa adanya perbedaan pendapat.
“Alhamdulillah, 12 dewan sepakat untuk memberikan Green Card. Mereka semua unanimous (sepakat) menyatakan Geopark Ijen lolos proses revalidasi. Tanpa ada perdebatan,” kata Abdillah.
Menurut Abdillah, hasil tersebut menjadi pencapaian yang patut disyukuri. Terlebih, proses revalidasi tahun ini diikuti sekitar 60 geopark dari berbagai negara di dunia. Dalam penilaian tersebut, Geopark Ijen termasuk kawasan yang memperoleh rekomendasi perbaikan paling sedikit dibandingkan geopark lainnya.
“Bahkan, di antara 60 geopark di seluruh dunia yang menjalani proses revalidasi tahun ini, Geopark Ijen yang paling sedikit mendapatkan rekomendasi dibanding geopark yang lain. Kami semua sangat bersyukur,” kata Abdillah.
Sebelum mendapatkan keputusan tersebut, Geopark Ijen telah menjalani tahapan revalidasi oleh tim asesor UNESCO pada Agustus 2026. Proses penilaian dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai aspek pengelolaan kawasan. Penilaian tidak hanya berfokus pada keunikan geologi, keindahan bentang alam, dan potensi wisata, tetapi juga mencakup keberlanjutan lingkungan serta manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Sejumlah aspek penting yang menjadi perhatian dalam proses revalidasi meliputi pengelolaan kawasan, pelestarian warisan geologi, konservasi keanekaragaman hayati, pengembangan pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Seluruh aspek tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa keberadaan geopark tidak hanya memberikan nilai konservasi, tetapi juga mampu mendorong pembangunan berkelanjutan.
Abdillah menjelaskan, keberhasilan mempertahankan pengakuan UNESCO menunjukkan bahwa pengelolaan Geopark Ijen telah berjalan sesuai dengan standar global. Kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga kawasan dan mengembangkan program-program geopark turut menjadi faktor penting dalam pencapaian tersebut.
“Keberhasilan mempertahankan status menjadi bukti bahwa tata kelola Geopark Ijen telah memenuhi standar global dalam aspek konservasi, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” jelas Abdillah.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, turut menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mempertahankan pengakuan internasional tersebut. Ipuk menilai keberhasilan Geopark Ijen bukan semata-mata hasil kerja pemerintah daerah maupun pengelola kawasan, melainkan buah dari kerja sama berbagai elemen masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah, pengelola geopark, komunitas, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Ijen dinilai memiliki peran besar dalam menjaga keberlanjutan kawasan. Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi modal penting untuk mempertahankan kualitas pengelolaan geopark sesuai dengan standar UNESCO.
“Ini adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab kita bersama. Green Card ini menunjukkan bahwa upaya menjaga dan mengelola Geopark Ijen telah diakui di tingkat dunia. Terima kasih kepada seluruh masyarakat dan semua pihak yang telah ikut merawat kekayaan alam, dan budaya di kawasan Ijen,” ujar Ipuk.
Ipuk juga mengingatkan bahwa predikat UNESCO Global Geopark tidak boleh hanya dipandang sebagai penghargaan atau pengakuan internasional. Lebih dari itu, status tersebut merupakan amanah besar yang harus dijaga melalui komitmen berkelanjutan dalam melindungi kekayaan alam dan budaya kawasan Ijen.
Menurut Ipuk, pelestarian warisan geologi, keanekaragaman hayati, lingkungan hidup, serta kekayaan budaya harus terus menjadi perhatian bersama. Pengelolaan yang berkelanjutan diharapkan mampu menjaga keaslian kawasan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat melalui kegiatan pariwisata, edukasi, dan pengembangan potensi lokal.
Keberhasilan Geopark Ijen mempertahankan Green Card UNESCO juga menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan pada masa mendatang. Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus memperkuat program konservasi, memperluas edukasi lingkungan, serta memastikan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari keberadaan geopark.
Di akhir pernyataannya, Ipuk menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat Banyuwangi dan Bondowoso atas keberhasilan mempertahankan pengakuan dunia tersebut. Ipuk berharap Geopark Ijen dapat terus berkembang tanpa mengesampingkan prinsip pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
“Selamat untuk seluruh masyarakat Banyuwangi dan Bondowoso. Predikat sebagai UNESCO Global Geopark ini harus kita jaga bersama. Semoga Geopark Ijen tetap lestari serta memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Ipuk.*
Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Saat ini belum ada komentar