Breaking News
light_mode

Mahasiswa UIMSYA Dapat Bekal Serius Nikah, BRUS Tekankan Mental, Spiritual, dan Sosial Sejak Dini

  • account_circle Prosiber
  • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Prosiber.com – Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi bersama Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Universitas Kyai Haji Muchtar Syafaat (UIMSYA) Blok Agung menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUS) sebagai upaya sistematis membekali mahasiswa menghadapi kehidupan rumah tangga secara matang dan bertanggung jawab. Kegiatan ini diarahkan agar generasi muda tidak hanya siap secara usia, tetapi juga kuat secara mental, spiritual, dan sosial. Kamis, 27 November 2025.

Program BRUS dirancang sebagai langkah preventif sekaligus edukatif di tengah meningkatnya persoalan keluarga di masyarakat. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yang diwakili Kepala Seksi Bimas Islam menegaskan pentingnya pembekalan sejak dini agar mahasiswa memahami pernikahan secara utuh. “Yang paling penting adalah bagaimana bisa menentukan pilihan, mencari pasangan yang pas dan tepat untuk mewujudkan rumah tangga yang bahagia,” ujarnya. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keputusan menikah bukan perkara sederhana, melainkan investasi jangka panjang.

Kegiatan berlangsung di lingkungan kampus UIMSYA Blok Agung, Kecamatan Tegalsari, dan diikuti puluhan mahasiswa lintas program studi. Peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang berbagai aspek kehidupan berkeluarga yang kerap luput dari perhatian generasi muda. Materi disusun komprehensif dan kontekstual agar selaras dengan kebutuhan mahasiswa yang telah memasuki usia produktif.

Materi BRUS meliputi pemahaman diri, kesiapan mental dan emosional, kesehatan reproduksi, aspek hukum dan agama, pengelolaan keuangan rumah tangga, hingga keterampilan membangun keluarga sakinah. Setiap materi disampaikan secara bertahap dan saling terhubung, sehingga peserta memperoleh gambaran utuh tentang realitas pernikahan.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam UIMSYA, Agus Baehaqi, memberikan apresiasi atas kolaborasi dengan Kementerian Agama Banyuwangi. Menurut Agus Baehaqi, kegiatan ini membuka wawasan mahasiswa mengenai pengetahuan yang tidak sepenuhnya diperoleh di ruang kelas. “Ilmu yang mereka dapatkan adalah ilmu baru yang tidak diajarkan sepenuhnya di kampus,” ungkapnya.

Bimbingan Remaja Usia Nikah menjadi bagian dari strategi Bimas Islam dalam meminimalkan risiko pernikahan dini dan konflik rumah tangga. Peserta diajak memahami bahwa kesiapan menikah bukan sekadar soal usia biologis, melainkan kematangan berpikir, stabilitas emosi, serta kesiapan finansial dan spiritual.

Dalam sesi pemahaman diri, mahasiswa diajak merefleksikan identitas personal, visi pernikahan, tujuan hidup, serta nilai-nilai yang ingin dibangun dalam keluarga. Pendekatan ini menekankan bahwa pernikahan adalah perjalanan panjang yang membutuhkan karakter kuat dan kesadaran penuh.

Kesiapan mental dan emosional menjadi fokus penting. Fasilitator menjelaskan bahwa banyak konflik rumah tangga bersumber dari ketidakmampuan mengelola emosi. Melalui simulasi kasus, peserta belajar menghadapi perbedaan karakter, miskomunikasi, serta tantangan membagi waktu antara pendidikan, karier, dan keluarga.

Sesi kesehatan reproduksi yang disampaikan dr. Hj. Zuwidatul Husna menjadi perhatian besar peserta. Materi disampaikan secara ilmiah, santun, dan berlandaskan nilai agama. Peserta memperoleh pemahaman tentang sistem reproduksi, risiko kehamilan usia muda, serta pentingnya kesiapan fisik sebelum menikah sebagai bentuk amanah terhadap tubuh.

Aspek hukum dan agama juga dibahas mendalam. Narasumber dari para Kepala KUA Kecamatan menjelaskan prosedur legal pernikahan, pencatatan nikah, serta regulasi usia minimal. Dari perspektif agama, peserta diajak memahami maqashid syariah sebagai tujuan utama pernikahan yang membawa kemaslahatan.

Manajemen keuangan rumah tangga menjadi materi krusial berikutnya. Peserta dilatih menyusun perencanaan keuangan sederhana, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menghadapi kondisi ekonomi yang dinamis. Keterbukaan finansial antara suami dan istri ditekankan sebagai fondasi kepercayaan.

Materi keterampilan membangun keluarga sakinah menutup rangkaian sesi. Konsep sakinah dijelaskan sebagai ketenangan batin yang dibangun melalui komunikasi efektif, empati, dan nilai religius. Peserta mempelajari strategi menyelesaikan konflik tanpa melukai pasangan.

Antusiasme mahasiswa terlihat dari diskusi interaktif yang berlangsung sepanjang kegiatan. Pertanyaan seputar kesiapan menikah saat studi, perbedaan budaya, hingga dinamika keluarga besar mengemuka dalam forum.

Di tempat terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr. Chaironi Hidayat menyampaikan harapan agar kolaborasi dengan UIMSYA terus berlanjut. “Jika pondasi kuat, pasangan akan lebih siap menghadapi tantangan,” ujarnya. Pesan ini menjadi refleksi penting bagi mahasiswa sebagai generasi penerus.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan komitmen tindak lanjut. UIMSYA menyatakan kesiapan membuka ruang edukasi serupa di masa depan. BRUS dipandang sebagai investasi sosial jangka panjang dalam membangun keluarga Banyuwangi yang berakhlak, sejahtera, dan berdaya saing.**

Penulis

Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sonny T. Danaparamita Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Banyuwangi, Tekankan Pancasila sebagai Ideologi yang Bekerja Bagi Petani

    Sonny T. Danaparamita Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Banyuwangi, Tekankan Pancasila sebagai Ideologi yang Bekerja Bagi Petani

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Anggota MPR RI sekaligus Anggota Komisi IV DPR RI Sonny T. Danaparamita menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang dipadukan dengan kegiatan buka puasa bersama di Banyuwangi, Kamis (05/03/2026). Kegiatan tersebut dihadiri kader partai serta perwakilan petani dari 10 kelompok tani yang berasal dari kawasan Banyuwangi selatan. Kehadiran para petani menjadi bagian […]

  • Banyuwangi Luncurkan Coastal Resilience Initiatives, Pulihkan Terumbu Karang hingga Mangrove Berkelanjutan

    Banyuwangi Luncurkan Coastal Resilience Initiatives, Pulihkan Terumbu Karang hingga Mangrove Berkelanjutan

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memperkuat komitmen menjaga keberlanjutan wilayah pesisir melalui Coastal Resilience Initiatives. Program kolaboratif tersebut menyatukan pemerintah, perusahaan, akademisi, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memulihkan ekosistem sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga pesisir. Program restorasi pesisir Banyuwangi tersebut diluncurkan di Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 7 Lampon, kawasan Pantai Lampon, Desa/Kecamatan Pesanggaran, […]

  • DPRD Banyuwangi Mengusulkan Raperda Pembentukan Produk Hukum Daerah untuk Memperkuat Kualitas Regulasi, Kepastian Hukum, dan Harmonisasi Aturan

    DPRD Banyuwangi Mengusulkan Raperda Pembentukan Produk Hukum Daerah untuk Memperkuat Kualitas Regulasi, Kepastian Hukum, dan Harmonisasi Aturan

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – DPRD Kabupaten Banyuwangi mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah untuk dibahas bersama pemerintah kabupaten. Usulan tersebut bertujuan memperkuat landasan hukum dalam penyusunan regulasi agar lebih sistematis, selaras dengan peraturan yang lebih tinggi, serta memenuhi ketentuan formal dan material. Nota pengantar Raperda disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Banyuwangi pada […]

  • Komisi II DPRD Banyuwangi Pelajari Agrowisata Kota Batu, Siapkan Strategi Sinergi Pertanian dan Pariwisata

    Komisi II DPRD Banyuwangi Pelajari Agrowisata Kota Batu, Siapkan Strategi Sinergi Pertanian dan Pariwisata

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Komisi II DPRD Banyuwangi terus mendorong pengembangan sektor pertanian yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melaksanakan kunjungan kerja ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Jawa Timur, guna mempelajari konsep optimalisasi serta sinergi antara sektor pertanian dan pariwisata yang telah berhasil diterapkan di daerah […]

  • Banjir Muncar Meluas, Polresta Banyuwangi Bersama TNI dan Stakeholder Sigap Evakuasi Warga

    Banjir Muncar Meluas, Polresta Banyuwangi Bersama TNI dan Stakeholder Sigap Evakuasi Warga

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Polresta Banyuwangi bersama TNI dan berbagai instansi terkait bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda wilayah Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi. Upaya evakuasi warga serta pembersihan lingkungan langsung dilakukan sesaat setelah banjir menggenangi permukiman dan akses jalan utama di sejumlah desa terdampak. Selasa, 16 Desember 2025. Banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah […]

  • Liburan Lansia Berujung Trauma, Dugaan Pemalakan Bangsring Underwater Banyuwangi Tahan Bus Wisatawan Surabaya

    Liburan Lansia Berujung Trauma, Dugaan Pemalakan Bangsring Underwater Banyuwangi Tahan Bus Wisatawan Surabaya

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Kunjungan wisata ke Bangsring Underwater Banyuwangi yang seharusnya menghadirkan pengalaman menyenangkan justru berubah menjadi peristiwa mencekam bagi rombongan wisatawan lansia asal Surabaya. Bus yang mereka tumpangi diduga ditahan oleh oknum yang mengatasnamakan warga setempat dan diminta membayar uang tambahan tanpa dasar hukum yang jelas setelah seluruh kewajiban resmi diselesaikan. Sabtu, 13 Desember 2025. […]

expand_less