Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dugaan Pemalakan Wisatawan di Bangsring Underwater Ditangani Polisi, Dua Warga Diperiksa dan Wajib Lapor

  • account_circle Prosiber
  • calendar_month Senin, 15 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Prosiber.com – Polsek Wongsorejo bergerak cepat menindaklanjuti pemberitaan viral terkait dugaan pemalakan terhadap rombongan wisatawan di kawasan Wisata Rumah Apung Bangsring Underwater, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons atas sorotan publik serta komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan sektor pariwisata daerah. Senin, 15 Desember 2025.

Tindak lanjut penanganan tersebut tertuang dalam Laporan Informasi Nomor: R/LI/8/XI/RES.1.19./2025/Unitreskrim tertanggal 13 Desember 2025. Laporan tersebut disampaikan Kapolsek Wongsorejo kepada Kapolresta Banyuwangi setelah isu dugaan pemalakan di Bangsring Underwater ramai diberitakan media online dan mendapat perhatian luas masyarakat.

Kapolsek Wongsorejo AKP Eko Darmawan, S.H. menjelaskan bahwa dugaan pemerasan terjadi pada Sabtu, 13 Desember 2025 sekitar pukul 14.30 WIB. Lokasi kejadian berada di area parkir Obyek Wisata Rumah Apung Bangsring Underwater, tepat saat sebuah bus pariwisata hendak memasuki kawasan wisata.

Menurut AKP Eko Darmawan, dugaan pemalakan tersebut mengarah pada permintaan uang jasa pengawalan terhadap bus pariwisata dengan nominal Rp150 ribu. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan resmi dari pihak wisatawan yang merasa dirugikan atas kejadian tersebut.

Walaupun belum menerima laporan korban secara langsung, Unit Reskrim Polsek Wongsorejo tetap melakukan penyelidikan berdasarkan informasi awal yang bersumber dari pemberitaan media. Polisi kemudian menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan sebagai dasar hukum untuk menelusuri peristiwa tersebut secara menyeluruh.

Dalam proses penyelidikan, petugas memanggil dan memeriksa sejumlah pihak terkait. Dua orang warga Desa Bangsring yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut diperiksa, masing-masing berinisial B dan J. Selain itu, polisi juga memintai keterangan dari saksi-saksi lain, termasuk Ketua RT dan Kepala Dusun setempat.

Polisi turut mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp250 ribu. Barang bukti tersebut diamankan untuk mendukung proses klarifikasi serta memastikan transparansi penanganan kasus dugaan pemalakan di Bangsring Underwater.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Kepala Desa Bangsring menegaskan bahwa tidak pernah memberikan perintah atau kewenangan kepada siapa pun untuk melakukan penarikan uang jasa pengawalan kendaraan wisata. Ketua RT setempat juga menyampaikan bahwa tidak pernah ada musyawarah warga yang membahas atau menyepakati penarikan biaya tersebut.

Sebagai langkah awal penyelesaian, Polsek Wongsorejo memfasilitasi klarifikasi terbuka dan pernyataan permohonan maaf dari kedua terduga pelaku. Klarifikasi tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Desa Bangsring sebagai bentuk penyelesaian secara persuasif dan edukatif.

Selain permohonan maaf, kedua terduga pelaku juga diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari. Kepolisian menerapkan kewajiban wajib lapor sebagai langkah pengawasan lanjutan.

Polsek Wongsorejo juga menyusun langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Upaya tersebut meliputi koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pengelola wisata Bangsring Underwater, serta peningkatan patroli di kawasan wisata, khususnya pada hari libur dan jam rawan.

AKP Eko Darmawan menginstruksikan Bhabinkamtibmas untuk aktif berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan pengelola wisata demi memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan. Penanganan kasus ini menegaskan komitmen kepolisian dalam menjaga kondusivitas kawasan wisata Banyuwangi dan mendukung pariwisata yang aman serta berkelanjutan.**

Penulis

Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less