Breaking News
light_mode

Fraksi DPRD Banyuwangi Menyoroti Raperda Perubahan APBD 2026, dari Pendapatan Rurun hingga Belanja Naik Rp217,7 Miliar

  • account_circle Prosiber
  • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Prosiber.com – Fraksi-fraksi DPRD Banyuwangi menyampaikan Pandangan Umum (PU) terhadap pengajuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 dalam rapat paripurna, Kamis (24/09/2026).

Rapat paripurna penyampaian Pandangan Umum fraksi dipimpin Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Hj. Siti Mafrochatin Ni’mah. Rapat diikuti anggota dewan dari lintas fraksi serta dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi H. Mujiono, Sekretaris Daerah Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, jajaran kepala SKPD, camat dan lurah se-Banyuwangi.

Sejumlah fraksi memberikan catatan kritis terhadap struktur pendapatan dan belanja dalam Raperda Perubahan APBD 2026. Sorotan terutama diarahkan pada kenaikan belanja, penggunaan SILPA, ketergantungan terhadap pendapatan transfer hingga proporsi belanja infrastruktur pelayanan publik.

Fraksi PDI Perjuangan Soroti Pendapatan Turun, Belanja Naik

Pandangan Umum pertama disampaikan Fraksi PDI Perjuangan melalui juru bicaranya, Bagus Amerta Dewa.

Bagus menyoroti kondisi fiskal dalam rancangan perubahan APBD 2026. Menurut Fraksi PDI Perjuangan, terdapat kondisi ketika pendapatan daerah mengalami penurunan, sementara belanja justru meningkat.

Pendapatan daerah turun Rp19,17 miliar atau 0,66 persen, dari Rp2,905 triliun menjadi Rp2,886 triliun.

Di sisi lain, belanja daerah naik Rp217,7 miliar atau 7,46 persen, dari Rp2,917 triliun menjadi Rp3,135 triliun.

Fraksi PDI Perjuangan mempertanyakan kenaikan belanja ketika pendapatan daerah justru mengalami penurunan.

Gap tersebut, menurut Bagus, kemudian ditutup melalui SILPA yang meningkat Rp262,5 miliar menjadi Rp319,88 miliar.

”Pandangan Fraksi PDI Perjuangan, APBD Perubahan ini tidak ditopang oleh kinerja pendapatan, tapi ditopang oleh SILPA tahun lalu yang tidak terserap. Ini lampu kuning. Apakah ini cerminan perencanaan yang tidak matang di 2025 atau ketidakmampuan OPD menyerap anggaran,” ucap Bagus Amerta Dewa dihadapan rapat paripurna.

Fraksi PDI Perjuangan juga mempertanyakan belanja mandatory atau belanja wajib yang disebut dalam nota penjelasan Perubahan APBD 2026.

Fraksi tersebut mempertanyakan apakah belanja mandatory itu berkaitan dengan gaji PPPK, sertifikasi guru, ADD atau kebutuhan lainnya, termasuk nilai dan kegiatan yang mengalami pemotongan, penundaan maupun refocusing.

”Fraksi PDI Perjuangan tidak ingin program pro-rakyat kecil seperti perlindungan sosial, pemberdayaan masyarakat miskin, dan infrastruktur justru yang dikorbankan. Sesuai PPAS sasaran prioritas harus tetap terjaga, terutama Peningkatan Produksi Pangan dan Perlindungan Sosial,” ucapnya.

Fraksi PKB: APBD Bukan Sekadar Angka

Pandangan Umum berikutnya disampaikan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dibacakan Ketua Fraksi PKB, Arvy Rizaldi.

Arvy menegaskan bahwa dokumen perubahan APBD tidak semestinya dipandang hanya sebagai kumpulan angka pendapatan, belanja dan pembiayaan.

Menurut Arvy, setiap angka dalam APBD berkaitan dengan kebijakan, sementara setiap kebijakan memiliki kepentingan masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan.

”Pembahasan perubahan anggaran harus kita tempatkan sebagai momentum untuk memastikan bahwa APBD benar-benar menjadi instrumen pembangunan, pemerataan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Fraksi PKB mencatat pendapatan daerah dalam rancangan perubahan APBD diproyeksikan sebesar Rp2,886 triliun. Sementara itu, belanja daerah mencapai sekitar Rp3,135 triliun.

Bagi Fraksi PKB, kondisi ketika pendapatan menurun sementara belanja meningkat tidak hanya menjadi persoalan teknis fiskal.

Pemerintah daerah dinilai perlu memastikan setiap tambahan belanja memiliki urgensi, manfaat dan dampak yang nyata bagi masyarakat.

”Inilah prinsip yang harus menjadi dasar dalam membahas perubahan APBD 2026,” ucapnya.

Fraksi PKB juga mencatat pendapatan asli daerah mengalami peningkatan menjadi sekitar Rp852,704 miliar. Namun, pendapatan transfer masih berada di angka sekitar Rp1,983 triliun.

Kondisi tersebut menunjukkan struktur pendapatan daerah masih memiliki ketergantungan terhadap transfer.

”Dalam perspektif pengelolaan keuangan daerah, kondisi tersebut perlu dipandang sebagai risiko fiskal struktural, bukan semata-mata sebagai persoalan komposisi pendapatan,” ungkapnya.

Fraksi Demokrat Pertanyakan Target Pertumbuhan Ekonomi

Sementara itu, Fraksi Demokrat melalui juru bicaranya, Yuliawan Bambang Sukiyanto, menyoroti target pertumbuhan ekonomi Banyuwangi dalam perubahan APBD 2026.

Yuliawan menyebut capaian pertumbuhan ekonomi Banyuwangi pada 2025 berada di angka 5,65 persen. Namun, target pertumbuhan ekonomi pada 2026 hanya sebesar 5,69 persen atau meningkat 0,04 persen.

Menurut Fraksi Demokrat, kenaikan belanja dalam perubahan APBD 2026 sebesar Rp217,7 miliar semestinya turut menjadi perhatian dalam melihat dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

”Dari hasil kajian kami, capaian pertumbuhan ekonomi Banyuwangi tahun 2025 tersebut masih kurang berkualitas. Hal ini nampak pada nilai incremental labour output ratio (ILOR) yang negatif (yaitu minus 0,003),” ucap Yuliawan dihadapan rapat paripurna.

Menurut Yuliawan, nilai ILOR tersebut memberikan gambaran mengenai efektivitas pertumbuhan ekonomi dalam mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Belanja Infrastruktur Pelayanan Publik Ikut Disorot

Fraksi Demokrat juga menyoroti proporsi belanja infrastruktur pelayanan publik.

Disebutkan, realisasi belanja infrastruktur pelayanan publik mencapai 44,46 persen dari total belanja daerah. Angka tersebut dinilai telah melampaui syarat minimal 40 persen sebagaimana disebut dalam UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah serta Permendagri Nomor 14 Tahun 2025 yang menjadi pedoman penyusunan APBD Tahun Anggaran 2026.

Namun, dalam APBD perubahan 2026, proporsi belanja infrastruktur pelayanan publik diproyeksikan turun menjadi 36,12 persen.

”Mengapa pada APBD perubahan tahun 2026 ini, proporsi belanja infrastruktur pelayanan publik justru diproyeksikan turun menjadi 36,12% yang pada gilirannya nanti bisa mengurangi kualitas anggaran untuk pelayanan kepada rakyat,” tanyanya.

Yuliawan kemudian mempertanyakan arah alokasi belanja daerah dalam perubahan APBD 2026.

”Apakah memang pada APBD perubahan tahun 2026 ini, alokasi belanja daerahnya dirancang untuk lebih condong melayani birokrasi pemerintahan. Hal ini tentu kurang sejalan dengan arah pembangunan yang hakiki yaitu peningkatan kesejahteraan kepada masyarakat,” tambah Yuliawan.

Fraksi-Fraksi DPRD Banyuwangi Berikan Catatan terhadap Raperda

Selain Fraksi PDI Perjuangan, PKB dan Demokrat, sejumlah fraksi lainnya juga menyampaikan Pandangan Umum dalam rapat paripurna tersebut.

Berbagai catatan dan sorotan diarahkan terhadap Raperda Perubahan APBD Tahun 2026, terutama terkait struktur pendapatan, peningkatan belanja, penggunaan SILPA, ketergantungan terhadap transfer serta arah belanja pelayanan publik.

Pandangan Umum fraksi-fraksi tersebut selanjutnya menjadi bagian dari proses pembahasan Raperda Perubahan APBD Tahun 2026 di DPRD Banyuwangi.*

Penulis

Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Momen Khidmat Kenaikan Pangkat di Polresta Banyuwangi

    Momen Khidmat Kenaikan Pangkat di Polresta Banyuwangi

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Suasana khidmat sekaligus penuh haru menyelimuti Lapangan Upacara Polresta Banyuwangi pada Selasa pagi (30/06/2026). Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., memimpin langsung Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Anggota Polri Periode 1 Juli 2026 dan PNS Polri Periode 1 Februari 2026. Momen sakral ini terasa semakin istimewa dan menyentuh hati […]

  • Rencana TPS3R di Sobo Banyuwangi Diprotes Warga, Kekhawatiran Banjir dan Dampak Lingkungan Menguat

    Rencana TPS3R di Sobo Banyuwangi Diprotes Warga, Kekhawatiran Banjir dan Dampak Lingkungan Menguat

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Penolakan terhadap rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) kembali mencuat di Kabupaten Banyuwangi. Kali ini, warga Perumahan Adimas Sobo, Kecamatan Banyuwangi, secara tegas menyampaikan keberatan atas lokasi pembangunan TPS3R yang direncanakan berada di Lingkungan Wonosari, Kelurahan Sobo, karena terlalu dekat dengan kawasan permukiman. Penolakan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan Dinas […]

  • Sebanyak 260 Pedagang Telah Menerima Kunci Lapak Pasar Banyuwangi Setelah Revitalisasi Rampung, 300 Pedagang Menyusul

    Sebanyak 260 Pedagang Telah Menerima Kunci Lapak Pasar Banyuwangi Setelah Revitalisasi Rampung, 300 Pedagang Menyusul

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Ratusan pedagang mulai mendapatkan kembali lapaknya di Pasar Induk Banyuwangi setelah proses revitalisasi yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) rampung. Hingga Rabu (23/9/2026), sebanyak 260 pedagang dari total 560 pedagang yang lolos verifikasi dan validasi tahap pertama telah resmi menerima lapak. Sementara 300 pedagang lainnya ditargetkan menyelesaikan proses serah terima dalam dua hingga […]

  • WhatsApp Siapkan Fitur Foto Sampul Profil, Mirip Facebook: Bikin Tampilan Akun Makin Keren dan Personal

    WhatsApp Siapkan Fitur Foto Sampul Profil, Mirip Facebook: Bikin Tampilan Akun Makin Keren dan Personal

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – WhatsApp kembali menghadirkan inovasi menarik yang terinspirasi dari media sosial populer. Aplikasi pesan instan milik Meta ini tengah menyiapkan fitur foto sampul profil yang membuat tampilan akun pengguna terlihat lebih menarik dan personal, layaknya Facebook atau LinkedIn. Fitur ini kini sedang dalam tahap versi beta untuk Android (versi 2.25.32.2) dan secara bertahap akan […]

  • Dugaan Pemalakan Wisatawan di Bangsring Underwater Ditangani Polisi, Dua Warga Diperiksa dan Wajib Lapor

    Dugaan Pemalakan Wisatawan di Bangsring Underwater Ditangani Polisi, Dua Warga Diperiksa dan Wajib Lapor

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Polsek Wongsorejo bergerak cepat menindaklanjuti pemberitaan viral terkait dugaan pemalakan terhadap rombongan wisatawan di kawasan Wisata Rumah Apung Bangsring Underwater, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons atas sorotan publik serta komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan sektor pariwisata daerah. Senin, 15 Desember 2025. Tindak lanjut penanganan tersebut tertuang […]

  • Pemkab Banyuwangi Menyiapkan Pemindahan Pedagang Ke Pasar Banyuwangi Baru Secara Bertahap Dengan 560 Pedagang Lama Sebagai Prioritas

    Pemkab Banyuwangi Menyiapkan Pemindahan Pedagang Ke Pasar Banyuwangi Baru Secara Bertahap Dengan 560 Pedagang Lama Sebagai Prioritas

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Pemkab Banyuwangi menargetkan pemindahan pedagang dari pasar sementara di Gedung Wanita menuju Gedung Pasar Banyuwangi hasil revitalisasi mulai Oktober 2026. Persiapan fasilitas pendukung, sosialisasi, serta verifikasi pedagang masih dilakukan sebelum aktivitas perdagangan kembali berjalan dengan 560 pedagang lama sebagai prioritas utama, Senin (14/09/2026). Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Banyuwangi, M. Yanuarto Bramuda, […]

expand_less