Breaking News
light_mode

DPU Pengairan Banyuwangi Terapkan Sistem Gilir Air Pertanian

  • account_circle Prosiber
  • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Prosiber.com – Debit air sungai yang menurun pada musim kemarau membuat sektor pertanian di Kabupaten Banyuwangi menghadapi keterbatasan pasokan irigasi. Dalam kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan Banyuwangi menerapkan sistem gilir air pertanian dengan mempertimbangkan ketersediaan debit serta pemerataan pelayanan bagi petani di wilayah hulu dan hilir, Rabu (16/09/2026).

Pengaturan distribusi air dilakukan karena pasokan pada musim kemarau tidak selalu mampu memenuhi kebutuhan irigasi seperti pada kondisi normal. Ketika debit sungai berkurang, pola pelayanan harus disesuaikan agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal oleh lahan pertanian.

Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan DPU Pengairan Banyuwangi, Deddy Koerniawan, mengatakan pengaturan distribusi air diarahkan terutama untuk menjaga tanaman yang sudah tumbuh di lahan pertanian agar tetap memperoleh pasokan sampai memasuki masa panen.

Menurut Deddy, sistem gilir air bukan ditujukan untuk memberikan ruang penanaman baru ketika kondisi ketersediaan air sudah terbatas. Prioritas pengelolaan lebih diarahkan pada keberlangsungan tanaman yang telah berada di lahan.

“Prinsipnya adalah bagaimana petani di hulu maupun hilir memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan air,” katanya, Rabu (16/09/2026).

Prinsip pemerataan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan distribusi air irigasi. Deddy menjelaskan, keterbatasan pasokan dapat menjadi persoalan apabila pembagian tidak dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi debit dan kebutuhan di masing-masing wilayah.

Karena itu, DPU Pengairan Banyuwangi menerapkan pola pelayanan berdasarkan persentase ketersediaan air. Saat debit masih mampu memenuhi lebih dari 75 persen kebutuhan, pelayanan irigasi masih dapat dilakukan secara normal.

Sebaliknya, apabila persediaan air mulai mengalami penurunan, mekanisme pelayanan akan disesuaikan dengan kondisi tersebut. Sistem gilir air diterapkan secara bertingkat mengikuti tingkat penurunan debit sungai.

Semakin kritis kondisi ketersediaan air, semakin luas pula cakupan pengaturan distribusi yang dilakukan. Dalam kondisi tertentu, pengaturan dapat diterapkan antarbendung yang berada dalam satu aliran sungai.

Pola tersebut menjadi bagian dari manajemen distribusi air untuk menghindari ketimpangan pelayanan. Pengaturan diperlukan agar kawasan pertanian di bagian hulu tidak memperoleh pasokan secara berlebihan sementara wilayah hilir mengalami kekurangan air.

DPU Pengairan Banyuwangi juga menekankan pentingnya kepatuhan petani terhadap Pola Tata Tanam dan Rencana Tata Tanam yang telah disepakati. Penyesuaian jadwal tanam menjadi salah satu faktor yang membantu pemerintah memperkirakan kebutuhan air sejak awal musim.

Dengan jadwal tanam yang teratur, kebutuhan irigasi dapat dipetakan lebih baik. Kondisi tersebut membuat distribusi air dapat direncanakan secara lebih terukur sekaligus mengurangi potensi terjadinya perselisihan akibat perebutan pasokan.

Pengelolaan distribusi air irigasi juga tidak hanya mengandalkan peran pemerintah. DPU Pengairan Banyuwangi melibatkan sejumlah unsur yang berada langsung di lapangan untuk memastikan pengaturan berjalan sesuai kondisi aktual.

Unsur yang terlibat antara lain:

  • Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA)
  • Petugas penjaga pintu air
  • Koordinator Sumber Daya Air (Korsda)

Keterlibatan berbagai pihak tersebut dinilai penting karena kondisi debit air dapat berubah sewaktu-waktu. Petugas di lapangan dapat memantau kondisi jaringan dan menyesuaikan pelaksanaan pembagian berdasarkan situasi yang terjadi.

Melalui koordinasi antara pemerintah, petani, dan petugas pengairan, distribusi air diharapkan tetap berjalan secara adil meskipun pasokan mengalami penurunan. Kesepahaman mengenai jadwal tanam dan pola pembagian juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pertanian selama musim kemarau.

Penerapan sistem gilir air pertanian pada akhirnya bukan hanya persoalan teknis membuka dan menutup pintu air. Pengaturan tersebut berkaitan dengan bagaimana sumber daya air yang terbatas dapat dibagikan secara proporsional sehingga petani di wilayah hulu maupun hilir tetap memperoleh pelayanan.

DPU Pengairan Banyuwangi terus mendorong koordinasi di tingkat lapangan agar perubahan debit dapat diantisipasi bersama. Dengan distribusi air irigasi yang terukur, kepatuhan terhadap pola tanam, serta keterlibatan HIPPA dan petugas pengairan, kebutuhan tanaman yang sudah berada di lahan diharapkan dapat tetap terjaga hingga masa panen.*

Penulis

Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Razia Tengah Malam di Jajag, Sepuluh Motor Berknalpot Brong Diamankan Polisi

    Razia Tengah Malam di Jajag, Sepuluh Motor Berknalpot Brong Diamankan Polisi

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Anggota Polsek Gambiran melakukan penindakan terhadap sepeda motor yang dimodifikasi menggunakan knalpot brong ketika belasan remaja sedang nongkrong di area Jalan Simpang Empat, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Aksi penertiban ini berlangsung pada pukul 00:30 WIB dan menyebabkan sepuluh motor roda dua diamankan petugas sebagai bagian dari upaya menciptakan ketertiban […]

  • Arah Pembangunan Banyuwangi 2027 Dibahas di Musrenbangcam, Bupati Ipuk Tekankan SDM Unggul dan Pariwisata Berkelanjutan

    Arah Pembangunan Banyuwangi 2027 Dibahas di Musrenbangcam, Bupati Ipuk Tekankan SDM Unggul dan Pariwisata Berkelanjutan

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan tingkat kecamatan atau Musrenbangcam RKPD 2027 Banyuwangi resmi digelar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di Aula Rempeg Jogopati pada Rabu (28/01/2026). Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah tahun 2027. Musrenbangcam berfungsi sebagai wadah penyampaian aspirasi pembangunan dari desa dan kelurahan yang dikompilasi di tingkat kecamatan. Forum ini […]

  • Rakerda SMSI Jawa Timur 2026 Rumuskan Program Strategis Penguatan Media Siber Daerah

    Rakerda SMSI Jawa Timur 2026 Rumuskan Program Strategis Penguatan Media Siber Daerah

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Timur menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026 pada Senin (22/6/2026). Kegiatan yang dihadiri pengurus dan anggota SMSI dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur tersebut membahas program kerja organisasi sekaligus strategi penguatan industri media siber di tengah dinamika perkembangan teknologi informasi dan tantangan bisnis pers digital. Rakerda […]

  • Transformasi Banyuwangi yang Menginspirasi: Studi Banding Bank Indonesia Aceh soal Pengembangan Pariwisata dan Inflasi

    Transformasi Banyuwangi yang Menginspirasi: Studi Banding Bank Indonesia Aceh soal Pengembangan Pariwisata dan Inflasi

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Capaian pembangunan Banyuwangi dalam beberapa tahun terakhir terus mencuri perhatian berbagai daerah di Indonesia. Keberhasilan tersebut menjadi alasan rombongan Bank Indonesia Provinsi Aceh melakukan studi banding ke Banyuwangi untuk mendalami pengembangan pariwisata, peningkatan UMKM, serta strategi kolaborasi inflasi daerah. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chosaini, dan […]

  • Sinergi Kodim 0825, BKKBN, dan Puskesmas Wonosobo: Wujudkan Keluarga Sehat Lewat Sosialisasi dan Safari KB photo_camera 5

    Sinergi Kodim 0825, BKKBN, dan Puskesmas Wonosobo: Wujudkan Keluarga Sehat Lewat Sosialisasi dan Safari KB

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Sibernews – Upaya meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan keluarga terus dilakukan oleh berbagai pihak. Pada Sabtu, 18 Oktober 2025, Kodim 0825/Banyuwangi melalui Program Staf Teritorial Semester II bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) serta Puskesmas Wonosobo menggelar kegiatan Sosialisasi, Penyuluhan, dan Safari Keluarga Berencana (KB) di wilayah Kecamatan Srono.   Acara ini mengangkat tema […]

  • Kunjungi KNMP Banyuwangi, Menteri KKP Janjikan SPBN dan Kapal Baru

    Kunjungi KNMP Banyuwangi, Menteri KKP Janjikan SPBN dan Kapal Baru

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Prosiber
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat pengembangan kawasan pesisir yang produktif bagi masyarakat nelayan. Salah satu langkah nyata dilakukan dengan penambahan fasilitas di Kampung Nelayan Merah Putih Banyuwangi. Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, meninjau langsung perkembangan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Lateng yang berada […]

expand_less