Jelang Lebaran, Wabup Banyuwangi Sidak Pasar Rogojampi dan Penggilingan Beras, Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil
- account_circle Prosiber
- calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memantau stabilitas harga bahan pokok serta ketersediaan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono melakukan inspeksi mendadak atau sidak pasar Banyuwangi hingga pabrik penggilingan beras pada Kamis, (12/03/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan bersama Bulog, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan harga maupun kekurangan pasokan bahan pangan di pasaran.
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin memastikan harga bahan pokok Banyuwangi tetap terkendali serta stoknya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri.
Mujiono mengatakan, “Kami turun memantau harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri.”
Sidak diawali di Pasar Rogojampi yang berada di Kecamatan Rogojampi. Dalam peninjauan tersebut, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono berinteraksi langsung dengan para pedagang untuk mengetahui perkembangan harga bahan pokok di tingkat pasar.
Beberapa komoditas utama yang dipantau dalam sidak pasar Banyuwangi tersebut antara lain:
-
ayam potong Rp38.000 per kilogram
-
telur Rp30.000 per kilogram
-
daging sapi Rp140.000 per kilogram
-
bawang merah Rp36.000 per kilogram
-
cabai rawit Rp97.000 per kilogram
Dari hasil pemantauan di Pasar Rogojampi, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Namun pemerintah menilai kenaikan tersebut masih dalam batas wajar karena meningkatnya permintaan menjelang Lebaran.
Mujiono mengatakan, “Sejumlah komoditi seperti daging sapi naik tapi ini kontraksi karna menjelang Idul fitri. Sementara sejumlah bahan pokok lainnya seperti bawang merah bawang putih telur masih terkendali, bahkan untuk cabai cenderung turun.”
Selain memantau harga, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono juga memastikan ketersediaan bahan pokok tetap mencukupi.
Menurut Mujiono, para pedagang menyampaikan bahwa stok bahan pokok Banyuwangi masih tersedia dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Mujiono mengatakan, “Sedangkan untuk jumlah stoknya, alhamdulillah menurut pedagang masih mencukupi untuk memenuhi permintaan masyarakat.”
Setelah meninjau kondisi pasar, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono melanjutkan sidak ke pabrik penggilingan beras PT Ratu Pangan Sejahtera yang berada di Kecamatan Kabat.
Pabrik penggilingan beras tersebut merupakan salah satu sentra produksi beras di Banyuwangi yang memiliki kapasitas produksi cukup besar.
Setiap hari, penggilingan tersebut mampu memproduksi beras sekitar:
-
250 ton per hari
-
hingga 300 ton per hari
Produksi beras dari pabrik tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat Banyuwangi, tetapi juga didistribusikan ke berbagai daerah lain, termasuk wilayah Bali.
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menegaskan bahwa stok beras Banyuwangi dalam kondisi sangat aman bahkan surplus.
Mujiono mengatakan, “Alhamdulillah untuk beras stok kita sangat aman bahkan surplus. Penggilingan ini bahkan menyuplai sebagian besar produknya ke luar daerah.”
Sementara itu, Owner PT Ratu Pangan Sejahtera Irwan Kuswanto mengungkapkan bahwa permintaan beras mulai meningkat signifikan menjelang Lebaran.
Irwan Kuswanto mengatakan bahwa lonjakan permintaan terjadi terutama pada beras kemasan yang digunakan masyarakat untuk kebutuhan zakat.
Irwan Kuswanto mengatakan, “Sejak dua hari lalu permintaan naik 100 persen untuk menambah stok toko toko jelang Lebaran.”
Selain itu, Wakil Kepala Bulog Banyuwangi Krisna Yudha menjelaskan bahwa cadangan beras pemerintah yang tersimpan di gudang Bulog Banyuwangi juga berada dalam kondisi aman.
Krisna Yudha menyampaikan bahwa stok beras Bulog CBP (Cadangan Beras Pemerintah) saat ini mencapai:
-
100.000 ton beras
Selain cadangan beras, Bulog juga telah melakukan penyerapan gabah dari petani.
Program penyerapan gabah tersebut mencapai:
-
26.000 ton
Krisna Yudha mengatakan, “Stok beras Banyuwangi sangat aman sampai akhir tahun.”
Sebelumnya, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono juga telah melakukan sidak untuk memastikan ketersediaan LPG di wilayah Banyuwangi tetap aman hingga setelah Idul Fitri.
Melalui berbagai langkah pemantauan tersebut, pemerintah daerah berharap stabilitas harga bahan pokok Banyuwangi tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dan merayakan Idul Fitri dengan tenang.**
Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Saat ini belum ada komentar