Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Padat, KAI Siagakan Puluhan Petugas di Perlintasan Kereta Banyuwangi
- account_circle Prosiber
- calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Menyambut meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang mudik Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia melalui Daerah Operasi (Daop) 9 Jember memperkuat pengamanan di sejumlah perlintasan kereta api tanpa palang pintu, khususnya di wilayah Banyuwangi.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang yang sering dilalui kendaraan masyarakat. Setiap musim mudik Lebaran, arus lalu lintas biasanya meningkat tajam, termasuk di jalur yang bersinggungan langsung dengan rel kereta api.
Untuk mengantisipasi situasi tersebut, KAI menyiagakan Petugas Jaga Lintasan Ekstra atau PJL Ekstra di sejumlah titik yang dianggap rawan dan memiliki aktivitas kendaraan cukup tinggi.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyampaikan bahwa wilayah Banyuwangi menjadi salah satu fokus pengamanan karena memiliki beberapa perlintasan tanpa palang pintu.
“Di Banyuwangi ada 12 titik dengan 22 petugas tambahan yang kami siagakan untuk memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan selama masa Angkutan Lebaran 2026,” kata Cahyo Widiantoro di Banyuwangi, Rabu (11/03/2026).
Kehadiran petugas di lokasi tersebut diharapkan mampu membantu mengatur kendaraan yang melintas serta memberikan peringatan kepada pengendara saat kereta api akan melintas.
Selain Banyuwangi, penempatan PJL Ekstra juga dilakukan di berbagai daerah lain yang masuk wilayah operasional KAI Daop 9 Jember. Hal ini merupakan bagian dari strategi keselamatan transportasi selama masa Angkutan Lebaran.
“Secara keseluruhan, KAI Daop 9 Jember menurunkan 107 PJL Ekstra di 55 titik perlintasan sebidang yang tersebar dari Pasuruan hingga Ketapang,” jelas Cahyo Widiantoro.
Penempatan petugas tersebut tidak dilakukan secara sembarangan. KAI mempertimbangkan beberapa faktor penting, mulai dari kepadatan kendaraan hingga tingkat kerawanan di tiap wilayah perlintasan.
“Penempatan ini kami sesuaikan dengan tingkat kepadatan jalur dan jumlah perlintasan di masing-masing wilayah,” ujar Cahyo Widiantoro.
Petugas tambahan tersebut akan mulai bekerja selama masa Angkutan Lebaran yang berlangsung pada 18 Maret hingga 31 Maret 2026. Selama periode tersebut, pengawasan di perlintasan kereta api akan diperketat guna mengurangi potensi kecelakaan.
Selain memperkuat pengawasan di perlintasan, KAI Daop 9 Jember juga menambah petugas penilik jalur rel. Penambahan ini bertujuan memastikan seluruh prasarana kereta api tetap dalam kondisi aman.
Sebanyak 19 petugas penilik jalur ekstra diterjunkan untuk memantau kondisi rel di 19 petak jalur yang membentang dari Pasuruan hingga Ketapang.
“Dengan tambahan ini, jika ada potensi gangguan prasarana bisa segera terdeteksi dan ditangani lebih cepat,” jelas Cahyo Widiantoro.
Upaya pengamanan juga dilakukan di sejumlah daerah yang masuk kategori pengawasan khusus atau Dapsus. Area tersebut dinilai memiliki potensi risiko yang lebih tinggi dibanding jalur lainnya.
Beberapa titik pengawasan tersebut berada di kawasan jembatan serta terowongan Merawan-Garahan yang memiliki potensi longsor cukup tinggi.
Lokasi daerah pengawasan khusus meliputi:
-
1 titik di Pasuruan
-
2 titik di Jember
-
1 titik di Banyuwangi
Untuk mengawasi kawasan rawan tersebut, KAI Daop 9 Jember menyiagakan delapan petugas tambahan selama masa mudik Lebaran 2026.
“Total ada delapan petugas tambahan yang kami siagakan di titik rawan selama periode Lebaran,” sambung Cahyo Widiantoro.
Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, KAI Daop 9 Jember berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026 dengan lebih aman. Selain itu, masyarakat juga diimbau selalu berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api dan mematuhi rambu keselamatan yang ada.**
Penulis Prosiber
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Saat ini belum ada komentar